ikan patin

Ikan Patin : Cara Budidaya, jenis, Pakan dan Harganya

47 views

AgromediaIkan patin atau Pangasius adalah nama ilmiah untuk jenis lele air tawar tertentu yang ditemukan di Vietnam, Kamboja, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia. Ikan ini banyak dibudidayakan karena memiliki kandungan lemak rendah hingga sedang dengan kadar protein yang tinggi.

Jumlah dan komposisi kandungan lemak akan dipengaruhi oleh pakan yang digunakan dalam operasi akuakultur atau cara Anda membudidayakannya. Kandungan nutrisi aktual dari produk yang dikonsumsi akan dipengaruhi oleh bahan-bahan tambahan dan metode memasak yang digunakan. Tapi bagaimana ya cara untuk membudidayakan patin yang benar agar sukses?

Cara Budidaya Ikan Patin

  1. Bibit Ikan Patin

bibit ikan patin

Pastikan Anda memilih benih ikan patin yang berkualitas karena itu akan sangat berpengaruh pada budidaya ke depannya. Jika benih berkualitas, maka tentu akan meningkatkan kualitas  produksi h melalui penyempurnaan metode budidaya.

Lihat Juga : Jenis Ikan Koi dan Gambarnya

Adapun trik memilih benih yang berkualitas adalah :

  • Jangan membeli benih ikan terlalu jauh karena bisa tewas saat melakukan perjalanan jauh
  • Belilah saat kolam Anda benar-benar sudah jadi
  • Beli benih yang ukurannya besar
  • Pilih benih yang warnanya cerah
  • Hindari membeli benih yang terlihat cacat
  • Pilih benih yang terlihat aktif dan lincah
  1. Buat kolam dari terpal

gambar kolam terpal

Gambar Kolam terpal

Mengapa harus membuat kolam dari terpal? Dikarenakan untuk pemula, pembuatan kolam dari terpal sangatlah ekonomis dan menghemat budget. Berikut adalah cara membuat kolam ikan patin dari terpal :

  • Pastikan Anda memilih untuk menggunakan terpal dengan kualitas yang sangat bagus. Anda bisa memilih terbal yang sangat tebal agar bisa bertahan lama.
  • Belilah terpal dengan panjang sekitar 9 hingga 14 meter dan lebar antara 7-9 meter.
  • Terpal dengan ukuran di atas bisa menghasilkan kolam dengan lebar sekitar 5 meter dan panjang 9 meter serta tinggi kurang lebih 1 meter.
  • Pastikan Anda meratakan tanah untuk calon kolam ikan Anda.
  • Sebarkan pasir sekitar 10 cm tebalnya kemudian haluskan/
  • Gunakan bambu yang dianyam sebelumnya untuk menyangga bagian pojok kolam ikan Anda agar kolam bisa kuat apabila nantinya Anda isi air dan ikan.
  • Pasanglah terpal yang sudah Anda beli ke penyangga dengan bentuk ukuran kolam yang sudah Anda sesuaikan dengan luas tanah yang diratakan.
  1. Tebarkan benih ke dalam komal

Apabila kolam sudah benar-benar siap untuk disebarkan benih patin, pastikan kolam mendapatkan treatment terlebih dahulu. Adapun treatment tersebut adalah :

  • Anda perlu memastikan agar kolam buatan Anda sudah terdapat plankton.
  • Isi kolam Anda dengan kedalaman air sekitar 45 cm.
  • Pastikan dengan baik bahwa air Anda benar-benar berkualitas baik.
  • Masukkan dahulu benih ke dalam sebuah plastik sekiar 20 menit agar benih ikan patin bisa menyesuaikan diri sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam kolam terpal.
  • Setelah itu masukkan benih patinnya ke dalam kolam. Idealnya Anda perlu menebar benih saat pagi atau sore hari untuk menghindari panasnya matahari.
  • Buka perlahan plastik dan biarkan benih patin keluar dengan sendirinya menuju kolam.
  • Pastikan Anda tidak menebar benih terlalu banyak dalam kolam Anda agar tidak begitu padat.

Baca Juga : Harga Ikan Sidat

  1. Berikan pakan secara teratur

Anda perlu memberi makan benih-benih patin selama 3 kali sehari dengan dosis pakan sekita ¾ dari bobot ikannya. Berikanlah benih-benih itu pakan dengan merata dan beri dosis yang lebih banyak jika benih-benih ikan antusias diberi makan.

Jika ikan-ikan terlihat malas menyambut pakan Anda, maka kurangi sedikit dosis pakan Anda agar tidak menyisakan pakan yang akan menjadi kotoran.

  1. Lakukan pemeliharaan dengan rutin

Dalam memelihara ikan patin, memang dibutuhkan perawatan yang cukup intens. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat ikan patin:

  • Pastikan Anda dengan rutin mengganti air di kolam selama 2 minggu sekali agar kualitas air di dalam kolam terjaga.
  • Ganti air sepertiganya dahulu.
  • Jika sudah maka Anda bisa menambahkan air baru dengan pelan-pelan.
  • Apabila sedang musim kemarau, maka Anda perlu rutin melakukan pemeriksaan jumlah air di kolam Anda dan segera isi apabila memang air sering berkurang lebih cepat.
  1. Panen 

Jika semua step demi step di atas sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah memanen hasil budidaya patin-patin Anda. Dalam memanen ikan-ikan Anda, ikuti panduannya di bawah ini :

  • Sisakan air di kolam terpal Anda menjadi sekitar sepertiga.
  • Sebar jaring untuk menangkap ikan-ikan di kolam.
  • Masukkan hasil panen Anda ke dalam kantong tarnsparan berisi air segar.
  • Tambahkan oksigen di dalam plastik agar ikan bisa hidup.
  • Jangan terlalu banyak mengisi kantong plastik dengan ikan patin.
  • Waktu ideal untuk memanen adalah saat pagi atau sore hari.

Jenis-jenis Ikan Patin

Ikan patin sendiri memiliki banyak sekali jenisnya, beberapa jenis ikan tersebut adalah :

  1. Patin Lawang

ikan patin lawang

Patin Lawang atau Pangasius Nieuwenhuisii adalah ikan yang banyak ditemukan di pulau Jawa. Ikan ini awalnya berasal dari lembah Mahakam di Kalimantan bagian timur. Ciri ikan ini adalah giginya runcing dengan mulut yang memoncong.

Lihat Juga : Jenis Ikan Bawal dan Gambarnya

  1. Pangasius Macronema

Pangasius Macronema

Pangasius Macronema atau bisa juga disebut Pangasius Siamensis pertama ditemukan tahun 1850 dan banyak dibudidayakan di Kalimantan. Tubuh ikan patin jenis ini bisa mencapai hingga 21 cm panjangnya.

  1. Pangasius Micronemus

patin Pangasius Micronemus

Ikan patin jenis ini memiliki nama lain patin wakalatau. Ikan jenis ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat dan penyebarannya juga sampai ke negara Gajah Putih, Thailand. Ikan ini bisa memiliki panjang hingga 60 cm.

  1. Pangasius Nasutus

 

Pangasius Nasutus

Pangasius Nasutus atau patin pedado memiliki sirip yang bersinar dengan gigi bak duri yang tajam. Ikan jenis ini banyak ditemukan di kawasan Jawa, Sumatera hingga Kalimantan. Patin jenis ini juga mudah ditemukan di negara Malaysia. Berbeda dengan ikan patin wakalatu, jenis ikan satu ini memiliki panjang tubuh hingga 90 cm.

Lihat Juga : Jenis Ikan Nila dan Gambarnya

  1. Pangasius Polyuranodon

Pangasius Polyuranodon

Pangasius Polyuranodon atau patin juaro ini banyak ditemukan di kawasan Jawa, Sumatera dan juga Kalimantan. Penyebaran patin jenis ini juga sampai ke negara Thailand. Ikan ini memiliki dominasi warna putih dan hitam di bagian punggungnya. Ada sirip lemak yang sangat kecil di bagian punggung patin juaro. Tidak sama dengan jenis ikan patin lainnya, patin juaro memiliki panjang hanya 50 cm.

  1. Helicophagus Waandersii

Helicophagus Waandersii

Jenis ikan patin in lainnya yakni ikan pating muncung. Dinamakan muncung karena memang mulutnya yang begitu muncung. Ikan ini memiliki ukuran yang bisa dikatakan kecil karena maksimum panjangnya hanya bisa mencapai 50 cm saja. Kalimantan Timur dan Sumatera adalah daerah yang banyak menghasilkan patin jenis ini.

  1. Pangasius Lithostoma

Pangasius Polyuranodon

Pangasius Lithostoma adalah ikan patin yang penyebarannya lebih banyak di kawasan Kalimantan. Ikan ini memiliki ukuran tubuh sangat kecil karena panjang maksimumnya hanyalah 20 cm saja.

Pakan Ikan Patin

pakan ikan patin

Ikan peliharaan Anda harus makan untuk bisa bertahan hidup. Meskipun serpihan makanan adalah makanan pokok yang baik dengan vitamin dan mineral seimbang untuk ikan, sebagian besar ikan air tawar benar-benar harus diberi makanan hidup atau bahkan makanan beku agar tetap bisa berkembang.

Untuk Anda yang ingin memberi makan ikan patin Anda, di bawah ini ada berbagai jenis pakan ikan yang bagus untuk budidaya patin Anda :

  1. Artemia

Artemia adalah udang air asin yang memiliki banyak kandungan nutrisi. Artemia mudah dimakan dan mudah dicerna oleh sistem pencernaan ikan Anda karena toleransi salinitasnya, Anda dapat menggunakannya sebagai pakan ikan air tawar Anda.

Komponen-komponen dalam artemia ini sangat penting untuk pengembangan larva. Banyak peternak ikan yang memberi makan ikannya dengan artemia yang kaya akan EPA dan DHA sebab kandungan tersebut bisa membuat kulit ikan patin semakin kering.

Lihat Juga : Jenis Ikan Arwana dan Gambarnya

  1. Cacing sutera

Cacing sutera secara alami adalah serangga tersehat yang bisa Anda dapatkan untuk memberi makan ikan peliharaan Anda. Anda tidak bisa menemukan pakan lain yang memiliki kandungan rendah lemak dan nilai gizi yang cacing sutra miliki.

Cacing sutera memiliki sumber kalsium, protein, besi, magnesium, natrium,  vitamin B1, B2, dan B3 yang tinggi. Cacing sutra menjadi alternatif yang bagus untuk memberikan nutrisi yang baik dan chitin yang tinggi untuk patin Anda agar segera panen. Cacing sutera lebih keras, lebih murah, dan lebih mudah dirawat daripada jenis pakan lainnya di pasaran.

  1. Kutu air

Ada dua kutu air yang bisa digunakan untuk memberi makan ikan Anda yakni jenis daphnia atau moina. Daphnia adalah krustasea planktonik yang termasuk dalam Phyllopoda kadang-kadang disebut Branchiopoda, yang ditandai dengan kaki seperti daun yang diratakan dan digunakan untuk menghasilkan aliran air untuk peralatan penyaringan.

Sementara moina adalah kutu air dari genus krustasea yang menunjukkan kemampuan untuk bertahan hidup di perairan yang mengandung kadar oksigen rendah serta salinitas tinggi. Nah, kutu air seperti Daphnia dan Moina, tidak hanya berfungsi sebagai bahan makanan hidup yang sangat bergizi, tetapi juga mudah dibudidayakan untuk selamanya.

Untuk bisa mendapatkan kutu air ini hal yang terbaik untuk Anda lakukan adalah menggunakan layar plankton. Sebuah tabung pendek dapat digunakan untuk mengarahkan air melalui saluran pembuangan ke layar, yang seharusnya diletakkan di air untuk meninggalkan gelembung udara kecil pada hewan.

Bagian yang dipanen dapat ditransfer sementara ke botol sebelum diumpankan ke ikan, tetapi harus digunakan sesegera mungkin.

  1. Pakan Pelet

Jika makanan hidup tidak tersedia, terlalu mahal, atau terlalu merepotkan untuk dibudidayakan, makanan beku atau pelet adalah alternatif yang baik. Udang air asin adalah makanan beku terlaris, tetapi Anda tidak boleh membatasi patin Anda hanya makan pelet udang saja.

Baca Juga : Jenis Ikan Louhan dan Gambarnya

Ada banyak makanan beku lain yang tersedia, dan beberapa bahkan menggabungkan beberapa makanan populer menjadi satu campuran pakan ikan yang sangat menarik. Pastikan saat Anda membeli pelet ikan, Anda perhatikan label bahan pada wadah.

Apakah komposisinya adalah tepung ikan, ragi, tepung udang, tepung ganggang, plankton, rumput laut, vitamin, pengawet, dan pengisi protein seperti tepung gandum, tepung kedelai, oatmeal, dan beras merah, Anda harus memastikan pelet itu bernutrisi untuk patin Anda.

Bagaimana? Masihkah membudidayakan ikan patin terasa menyulitkan bagi Anda? Gunakan step by step yang telah dijabarkan di atas untuk membantu keinginan Anda membudidayakan benih-benih patin.

Daftar Harga Ikan Tuna

KotaHarga Ikan Tuna/Kg
JakartaRp = 55.000
PekanbaruRp = 52.000
BandungRp = 48.000
SurabayaRp = 48.000
DenpasarRp = 55.000
MalangRp = 48.000
SerangRp = 45.000
SamarindaRp = 52.000
TasikmalayaRp = 48.000
JambiRp = 52.000
BalikpapanRp = 52.000
BanjarmasinRp = 45.000
MedanRp = 52.000
PontianakRp = 52.000
PadangRp = 45.000
LampuRp = 45.000
MakasarRp = 51.000
BatamRp = 45.000
palembangRp = 45.000
SemarangRp = 45.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *